RATUPERIH

RATUPERIH
#RATUPERIH Adalah komunitas sosial media publik berlandaskan seduluran selawase mengutamakan kepentingan keluarga "POKOK,E HORE RAME RAME" Endel di komentar facebook inbox dan WA sewajarnya

JANGAN MENAHAN REZEKI ORANG LAIN

Caramu membayar Cermin Bagaimana Rezekimu datang

Hati-hati loh, jangan suka menahan hak orang lain. Mungkin uang yang tidak seberapa bagimu itu sedang ditunggu untuk anaknya berobat. Mungkin uang yang tidak seberapa bagimu itu sedang dinantinya untuk biaya sekolah anak anaknya.
Ratu Perih

Mungkin uang yang tidak seberapa bagimu itu dinantikannya untuk makan malam keluarganya malam ini. Kalau sudah ada, bayarlah segera hutangmu, karena kita tidaklah tau mungkin uang yang kau tahan itu bisa menolong kehidupan seseorang.

Atau kau ingin menantang Tuhan??
Tahan rezeki orang lain sekuat kuatnya, suatu saat Allah Azza wa jalla akan mempersulit rezekimu.
Tahan rezeki orang dengan sengaja, Hidupmu akan selalu kekurangan. Kurang.. kurang dan selalu merasa kurang.

Jangan menahan rezeki orang lain. Bayarlah segera sebelum keringatnya mengering.
Jangan menahan rezeki orang lain, segera tunaikan kewajibanmu,

Janganlah Menunda-Nunda Kewajiban Atas Orang Lain

Menunda penunaian wajib (bagi yang mampu) termasuk kezaliman" (HR. Bukhari no. 2400 dan Muslim no. 1564)

Ada orang yang sudah menerima pembayaran bulanan, namun tidak langsung memberikan pada istri, menerima, atau menjadi tuan rumah, padahal saat ini sudah tanggal di mana diperlukan ia menerima semua yang dia terima, ia sengaja menerima-nundanya hingga benar-benar ditagih keras. Ada juga seorang pemilik usaha yang meminta pembayaran pada pegawainya, padahal dananya sudah siap. Tidak sedikit orang yang harus membayar utangnya karena ia memiliki uang untuk melunasi.

Islam sangat membenci tindakan zalim, dan menetapkan-nunda pembayaran hak orang lain karena sifat kikir yang merupakan bentuk kezaliman yang sangat buruk.

Hukum dalam Islam Menahan Hak Orang Lain

Menahan hak orang lain atau penunaian kewajiban (bagi yang mampu) termasuk kejahatan” (HR. Bukhari no. 2400 dan Muslim no. 1564) dan akan mendapatkan balasan orang zalim dalam islam. Ada orang yang sudah mendapat gaji bulanan, namun tidak langsung memberikan pada istri, orangtua, atau pembantu rumahnya, padahal saat itu sudah tanggal di mana seharusnya ia membayar segala kewajibannya,


ia sengaja menahan hak orang lain nundanya sampai benar benar ditagih keras. Ada juga seorang pemilik usaha yang menahan hak orang lain nunda pembayaran gaji pegawainya, padahal dananya sudah siap dan dengan sengaja melakukan dosa paling berat dalam islam. Tidak sedikit pula orang yang menahan hak orang lain pembayaran utangnya sekalipun ia telah memiliki uang untuk melunasi.

Islam sangat membenci perbuatan jahat terlebih jika sengaja dan melakukan dosa yang berulang dalam islam, dan menahan hak orang lain nunda pembayaran hak orang lain karena sifat kikir yang dimiliki merupakan sebuah bentuk kejahatan yang amat buruk. “Orang yang menahan hak orang lain kewajiban, halal kehormatan dan pantas mendapatkan hukuman” (HR. Abu Daud no. 3628, An Nasa i no. 4689, Ibnu Majah no. 2427, hasan). Berikut selengkapnya mengenai Hukum dalam Islam Menahan Hak Orang Lain.

Yang dimaksud dengan ‘halal kehormatannya’ adalah orang yang dijahati tersebut diperbolehkan melaporkan atau membicarakan mengenai perlakuan jahat yang ia dapatkan yakni balasan orang zalim dalam islam. Sebagai pihak yang dijahati, ia bahkan bisa ‘mengghibah’ orang yang telah menahan hak orang lain pembayaran haknya tersebut. “Allah tidak menyukai terang terangan dalam hal ucapan yang jelek kecuali orang yang dijahati.” (QS. An Nisa’:148)

Sedangkan maksud dari kalimat ‘pantas mendapatkan hukuman’ misalnya hukuman mati dalam islam adalah pelakunya bisa saja dijerat secara hukum atas kejahatan yang dilakukannya, ia boleh dilaporkan pada pihak berwenang, apalagi jika memang ada kesepakatan tertulis berupa surat perjanjian hak dan kewajiban.

Sungguh mengherankan orang orang yang suka menahan hak orang lain pembayaran hak orang lain. Dalam Islam, kita disarankan untuk membayar upah para pekerja sebelum keringat mereka kering, dalam artian… segeralah dalam membayar hak orang lain, jangan sampai mereka meminta dan mengemis ngemis untuk hak yang memang semestinya mereka peroleh.

 “Berikan kepada seorang pekerja upahnya sebelum keringatnya kering.” (HR. Ibnu Majah, shahih). Bahkan di hari kiamat kelak Allah akan memusuhi orang yang ‘berani’ tidak membayar hak orang lain.

JANGAN MENAHAN REZEKI ORANG LAIN KARENA MUNGKIN MALAM INI HIDUPMU YANG TERAKHIR DIDUNIA.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel