RATUPERIH

RATUPERIH
#RATUPERIH Adalah komunitas sosial media publik berlandaskan seduluran selawase mengutamakan kepentingan keluarga "POKOK,E HORE RAME RAME" Endel di komentar facebook inbox dan WA sewajarnya

23 Cara Membahagiakan Orang Tua Menurut Islam Yang Mudah Dilakukan

Bagaimanakah cara membahagiakan orang tua menurut islam?

23 Cara Membahagiakan Orang Tua Menurut Islam Yang Mudah Dilakukan
Pertanyaan ini seringkali terlontar dari seseorang yang begitu ingin bisa membahagiakan kedua orang tuanya. Terlepas dari bentuk kewajiban yang seharusnya dilakukan oleh seorang anak, membahagiakan mereka adalah sebuah kebahagiaan yang terbesar bagi kita selaku seorang anak.
Surga di telapak kaki ibu

Allah Perintahkan untuk Membahagiakan Orang Tua

Karena berbakti kepada orang tua berarti membahagiakan keduanya.
Sudakah orang tua kita bahagia ?
Bahagia melihat kita masih beriman sukses berprilaku baik dan di cintai masyarakat sehingga naiklah derajat orang tua di mata masyarakat dan allah

Jangan merasa bahwa setelah menikah, kita akan kesulitan untuk bisa berbakti kepada orang tua. Ketahuilah bahwa Allah telah mensejajarkan keridhoan orang tua dengan keridhoanNya dan kemurkaan orang tua dengan kemurkaanNya. Sehingga sangat tidak layak orang yang mengharapkan keridhoan Allah tapi durhaka dan membuat kedua orang tuanya murka.

Allah telah menjelaskan tentang keutamaan berbaktinya seorang anak kepada orang tua dalam surat Lukman ayat 14.

“Dan Kami perintahkan kepada manusia, kepada dua orang ibu bapaknya, ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepadaKu dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepadaKu lah kembalimu.”

Berbuat baik kepada orang tua juga telah Allah terangkan dalam berbagai ayat yang lainnya.


“Dan sembahlah Allah dan jangalah menyekutukan sesuatu apa pun bersamaNya serta berbuat baiklah kepada kedua orang tua.” (QS An Nisa 36)


“Dan ingatlah ketika kami mengambil perjanjian dari Bani Israil: Janganlah kalian menyembah kecuali hanya kepada Allah dan berbuat baiklah kepada kedua orang tua.” (QS Al Baqarah 83)

Lantas bagaimana cara membahagiakan orang tua menurut islam?

Syaikh Muhammad Jamil Zainu telah menuliskan dalam bukunya bahwa ada 23 cara untuk bisa membahagiakan kedua orang tua.

1. Berbicara dengan sopan dan jangan menggunakan kata “Ah” ketika disuruh. Ucapkanlah kata yang baik dan jangan menghardik keduanya.

2. Senantiasa taat atas apa yang diperintah keduanya. Akan tetapi hal ini tidak berlaku jika yang diperintah adalah kemaksiatan.

3. Pandang keduanya dengan wajah yang lembut dan tidak masam. Karena wajah anaknya yang bahagia bisa membuat mereka pun bahagia.

4. Selalu menjaga nama baik kedua dan tidak mengambil apapun milik keduanya tanpa izin.

5. Sebisa mungkin lakukan berbagai kegiatan yang bisa meringankan keduanya tanpa harus menunggu perintah seperti mempersiapkan kelengkapan kamar mandi ataupun kelengkapan di dapur.

6. Jika ternyata kita memiliki kegiatan yang membuat mereka merasa resah, musyawarahkanlah dengan baik dan sampaikan perbedaan pendapat kita dengan baik pula.

7. Jika dipanggil, datanglah dengan wajah yang ceria.

8. Muliakan kerabat dan sahabat mereka, baik ketika orang tua masih hidup ataupun telah meninggal.

9. Jika ibu dan ayah berkata atau bersikap salah, jangan langsung menyalahkan atau membantah. Beri penjelasan yang santun atas kesalahan yang mereka lakukan.

10. Turunkan suara ketika berbicara dengan keduanya dan diamlah ketika mereka berbicara.

11. Jika memiliki waktu di rumah, bantulah ayah atau ibu dengan ikhlas

12. Jika tidak diizinkan untuk pergi, maka alangkah lebih baiknya untuk taat. Namun jika memang kondisinya darurat, bicarakanlah secara baik-baik sehingga mereka tidak salah paham dan merasa tenang.

13. Dalam waktu-waktu tertentu, janganlah masuk secara langsung ke dalam kamar mereka seperti saat malam hari atau jam-jam istirahat.

14. Saat makan, tunggulah hingga keduanya makan lebih dahulu

15. Ketika kita berbicara kepada keduanya, janganlah membumbuinya dengan kedustaan.

16. Apabila seorang pria telah menikah dan memiliki anak, jangan mengesampingkan ibu dan ayah demi anak dan istri. Ini tak lain karena ada hubungannya dengan keridhoan Allah.

17. Apabila mendapatkan rezeki, janganlah bersikap pelit karena hal itu akan menjadi aib dan bahkan karma yang akan dirasakan oleh kita jika memiliki anak.

18. Meski memiliki jabatan yang tinggi, seorang anak tidak boleh bersikap sombong di hadapan keduanya.

19. Jika telah menikah dan memiliki rumah sendiri, tengoklah atau berkunjunglah sesekali sembari membawa hadiah yang tentu membuat mereka bahagia.

20. Cara selanjutnya adalah berhati-hati dari durhaka kepada keduanya karena mengakibatkan kecelakaan di dunia dan akhirat.

21. Jika memiliki permintaan kepada orang tua, sampaikanlah dengan bahasa dan tutur kata yang baik dan berterima kasihlah jika diberi. Apabila tidak, maka maafkanlah dan tetaplah bersikap lemah lembut kepada keduanya.

22. Jangan mencela orang tua ataupun kerabatnya karena termasuk dosa yang besar.

23. Jika telah meninggal, cara berbakti dan membahagiakan keduanya adalah dengan menziarahi dan mendoakannya. Tak lupa bersedekahlah atas nama keduanya.
Durhaka kepada orang tua

Manfaat Berbakti kepada Kedua Orang Tua

1- Jalan mudah menuju surga
Dari Abu Darda radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

الْوَالِدُ أَوْسَطُ أَبْوَابِ الْجَنَّةِ فَإِنْ شِئْتَ فَأَضِعْ ذَلِكَ الْبَابَ أَوِ احْفَظْهُ

“Orang tua adalah pintu surga paling tengah. Kalian bisa sia-siakan pintu itu atau kalian bisa menjaganya.” (HR. Tirmidzi, no. 1900; Ibnu Majah, no. 3663 dan Ahmad 6:445. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa hadits ini hasan.)

Dari Humaid, ia menyatakan, ketika ibunya Iyas bin Mu’awiyah itu meninggal dunia, Iyas menangis. Ada yang bertanya padanya, “Kenapa engkau menangis?” Ia menjawab,

كَانَ لِي بَابَانِ مَفْتُوْحَانِ إِلَى الجَنَّةِ وَأُغْلِقَ أَحَدُهُمَا

“Dahulu aku memiliki dua pintu yang terbuka menuju surga. Namun sekarang salah satunya telah tertutup.” (Al-Birr li Ibnil Jauzi, hlm. 56. Dinukil dari Kitab Min Akhbar As-Salaf Ash-Shalih, hlm. 398)



2- Dipanjangkan umur dan diberkahi rezeki
Dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ أَحَبَّ أَنْ يُمَدَّ لَهُ فِي عُمْرِهِ وَأَنْ يُزَادَ لَهُ فِي رِزْقِهِ فَلْيَبَرَّ وَالِدَيْهِ وَلْيَصِلْ رَحِمَهُ

“Siapa yang suka untuk dipanjangkan umurnya dan ditambahkan rezekinya, maka berbaktilah kepada kedua orang tuanya dan jalinlah hubungan dengan kerabatnya (silaturahim).” (HR. Ahmad, 3:229; 3:266. Syaikh Syu’aib Al-Arnauth menyatakan bahwa hadits ini shahih, sanad hadits ini hasan dari jalur Maimun bin Sayah dan di bawahnya tsiqah.)



3- Mendapatkan doa baik orang tua
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

ثَلاَثُ دَعَوَاتٍ يُسْتَجَابُ لَهُنَّ لاَ شَكَّ فِيهِنَّ دَعْوَةُ الْمَظْلُومِ وَدَعْوَةُ الْمُسَافِرِ وَدَعْوَةُ الْوَالِدِ لِوَلَدِهِ

“Tiga doa yang mustajab yang tidak diragukan lagi yaitu doa orang yang dizalimi, doa orang yang bepergian (safar) dan doa baik orang tua kepada anaknya.” (HR. Ibnu Majah, no. 3862. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa hadits ini hasan.)

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel