RATUPERIH

RATUPERIH
#RATUPERIH Adalah komunitas sosial media publik berlandaskan seduluran selawase mengutamakan kepentingan keluarga "POKOK,E HORE RAME RAME" Endel di komentar facebook inbox dan WA sewajarnya

PENYAKIT DI SOSIAL MEDIA ADALAH PAMER

Cantik Duniamu Dan Bergelimang Kenikmatan tetapi Hati penuh Dengan Gelisah

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
بِسْـمِ اللّهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْم

Pamer riya ujub
1 . PAMER WAJAH
Tidak saja orang yang jahil bahkan yang mengaku 'alim pun tak ketinggalan ikut serta pamer wajah.
2 PAMER HARTA
Terlihat di statusnya "lagi di depan rumah mewah atau mobil kesayangan "
3 PAMER KEMESRAAN
Statusnya "masyaa allah pacarku/istriku/suamiku dst "
4 PAMER PRESTASI
Contoh "alhamdulillah akhirnya di terima di ... dst"
5 PAMER KEBAIKAN
Contoh "alhamdulillah sudah bisa bantu/ngasih.... dst "
6 PAMER REZEKI
Contoh"alhamdulillah sudah laku ... dst"
7.PAMER KEHAMILAN..
Alhamdulillah positive..
8. PAMER MAKANAN..
Ini adalah Menu Makanan Hari .

Dan Masih Banyak lainnya penyakit-penyakit Pamer yg Di posting di media sosial , Bahkan Dari aktifitasnya sehari-harinya pun ikut di publikasikan.

TABI'AT manusia adalah suka pamer, Kita paling tidak bisa lepas dari sifat yang satu ini.
Jika memiliki wajah yang tampan, harta berlebih, amalan kebaikan, prestasi, baik rizki dan harta yang terlihat mentereng dan mahal, pasti ingin sekali dipamer-pamerkan. Selalu berbangga dengan harta dan perhiasan dunia, itulah jadi watak sebagian kita .

Semoga Allah memberikan taufik pada kita untuk merenungkan firman allah ta'ala berikut ini:

( QS AT-TAKATSUR: 1 - 8 )
بسم الله الرحمن الرحيم
أَلْهَاكُمُ التَّكَاثُرُ (1) حَتَّى زُرْتُمُ الْمَقَابِرَ (2) كَلَّا سَوْفَ تَعْلَمُونَ (3) ثُمَّ كَلَّا سَوْفَ تَعْلَمُونَ (4) كَلَّا لَوْ تَعْلَمُونَ عِلْمَ الْيَقِينِ (5) لَتَرَوُنَّ الْجَحِيمَ (6) ثُمَّ لَتَرَوُنَّهَا عَيْنَ الْيَقِينِ (7) ثُمَّ لَتُسْأَلُنَّ يَوْمَئِذٍ عَنِ النَّعِيمِ (8)
“Bermegah-megahan telah melalaikan kamu, (1) sampai kamu masuk ke dalam kubur. (2) Janganlah begitu, kelak kamu akan mengetahui (akibat perbuatanmu itu), (3) dan janganlah begitu, kelak kamu akan mengetahui. (4) Janganlah begitu, jika kamu mengetahui dengan pengetahuan yang yakin, (5) niscaya kamu benar-benar akan melihat neraka Jahiim, (6) dan sesungguhnya kamu benar-benar akan melihatnya dengan ‘ainul yaqin. (7) kemudian kamu pasti akan ditanyai pada hari itu tentang kenikmatan (yang kamu megah-megahkan di dunia itu) (8).”

Dan tolong bagi yang suka pamer wajah, kasihanilah mereka yang memiliki tampang pas-pasaan dan seadanya, hargai perasaan mereka…
Dan bantulah Para laki-laki & perempuan untuk menundukkan pandangannya.

Bagi yang suka pamer harta, tolong hargailah mereka yang hidupnya miskin, serba kekurangan, duit pas-pasan, makan seadanya, hargai perasaan mereka…

Bagi yang suka pamer prestasi, tolong hargailah mereka yang otaknya pas-pasan, ga bisa sekolah, ngelamar kerja ditolak mulu, jadi bawahan tertindas, hargailah perasaan mereka…

Bagi yang suka pamer kemesraan dan keharmonisan, plissss tolong kasihanilah mereka yang jomblo bahkan melajang seumur hidup, hargailah mereka yang terpisah dari keluarganya, hargailah mereka yang tak kunjung hamil, keguguran berkali-kali, belum dikaruniai anak bahkan ditakdirkan tidak punya anak, hargailah perasaan mereka…

Bagi yang suka pamer kebaikan, hargailah amal kebaikan dan ibadahmu sendiri, biarlah hanya engkau dan Tuhan yang tau, itu sudah lebih dari cukup supaya tak menjadi sia-sia nantinya.

Bagi yang suka pamer ekspresi, hargailah sesuatu dengan bijak, hargailah perasaan orang lain di sekitar kita

Kita tidak pernah benar-benar tahu isi hati dan keadaan teman-teman dan followers kita, jagalah perasaan mereka. Ketika kita pamer sesuatu bisa jadi tanpa disadari kita telah menyinggung dan menyakiti perasaan mereka. Terlebih ketika mereka punya penyakit hati seperti iri dan dengki, itu memang salah mereka, tapi kita menjadi lebih berdosa lagi kalo kita justru tambah ‘memanas-manasi’ mereka dengan sikap pamer kita.

“Jika tidak ingin dicubit, jangan mencubit. Jika ingin dihargai orang lain, maka hargailah orang lain”

Pada akhirnya semua tergantung dari niatan kita masing-masing, betul?
Semoga tulisan ini bisa bermanfaat untuk kita sebagai bahan renungan kita bersama

SEMOGA ALLAH SUBHANALLAHU WA TA'ALA MELINDUNGI KITA DARI JELEKNYA SIFAT PAMER,AAMIIN

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel