RATUPERIH

RATUPERIH
#RATUPERIH Adalah komunitas sosial media publik berlandaskan seduluran selawase mengutamakan kepentingan keluarga "POKOK,E HORE RAME RAME" Endel di komentar facebook inbox dan WA sewajarnya

Masih Pacaran, Kamu Nafsu ya ?

Pacaran: Menjadi Budak Nafsu

Pacaran islami
Islam datang ditengah manusia untuk menjadikan manusia menjadi merdeka, tidak diperbudak oleh apapun, baik harta, wanita, tahta, ataupun nafsu lainnya. Islam menjadikan Allah sebagai satu-satunya sesembahan yang pantas disembah.

Keberadaan pacaran merupakan aktivitas yang bertentangan dengan tujuan dari Islam yang diajarkan Rasulullah. Pacaran merupakan aktivitas yang menjadikan hawa nafsu sebagai Tuhannya. Setiap keinginan nafsunya untuk bertemu dengan lawan jenis hingga berzina, merupakan dorongan dari hawa nafsunya.

Jika seorang muslim yang beriman, pastinya akan menundukkan hawa nafsunya diatas Syariat. Sebab menundukkan hawa nafsu diatas Syariat merupakan kesempurnaan iman. Rasulullah shalallahu 'alayhi wa sallam bersabda

لاَ يُؤْمِنُ أَحَدُكُمْ حَتَّى يَكُوْنَ هَوَاهُ تَبَعًا لِمَا جِئْتُ بِهِ

“Tidaklah beriman salah seorang di antara kalian sampai ia menundukkan hawa nafsunya untuk tunduk pada ajaran yang aku bawa.” (Diriwayatkan dalam kitab Al-Hujjah dengan sanad yang shahih menurut Imam Nawawi)

Maka, termasuk kesempurnaan iman adalah ketika seorang muslim mampu menundukkan hawa nafsunya, seperti pacaran. Menjadi budak nafsu, berarti menciderai iman yang telah kita yakini.
Pujaan hati

Tak Ada Istilah Pacaran (Islami)

DI ZAMAN zaman penuh syubhat (kerancuan) dan syahwat (godaan) tersebut, kata pacaran sepertinya tak asing lagi di telinga. Anak-anak usia Sekolah Dasar (SD) pun kadang begitu fasih mengucapnya.

Sejatinya tak ada sama sekali yang membanggakan dengan kata yang menunjuk ke perilaku dosa tersebut.

Sebab ia hanya simbol kemunafikan, mengatasnamakan cinta untuk melakukan hal-hal terlarang dalam agama dan kemanusiaan.

Saat ini manusia acap terjebak dengan tren yang menjamur dan serba ikut-ikutan. Apa yang ramai dikerjakan itulah yang disebut “keren” atau “gaul” dan pantas diikuti.

Akibatnya, mereka yang tidak punya pacar lalu dicap tidak gaul dan ketinggalan zaman. Namun ketahuilah, demikian itu justru layak disyukuri.

Sebabnya, itu berarti Allah sedang menguatkan langkah orang tersebut untuk menjauhi keburukan dan menuju kepada yang Allah ridhai.

Tak diragukan, aktivitas pacaran didominasi keburukan daripada kebaikan. Dan jangan pula berdalih bahwa tanpa pacaran urusan jodoh lalu menjadi sulit.

Pahamilah, segalanya telah Allah tetapkan dengan baik untuk seluruh hamba-Nya sesuai dengan kadar yang adil.

Allah sanggup mendatangkan jodoh dengan atau tanpa pacaran. Maka pilihannya, berjodoh dengan cara yang Allah ridhai atau mengejar jodoh dengan cara yang Allah murkai.

Kini berapa banyak anak-anak gadis putus sekolah karena hamil diluar nikah, yang biasanya didahului dengan pacaran.

Akibatnya, masa depan seolah terhenti tak tergerak saat itu juga. Semua impian masa depan menjadi hancur tak berkeping.

Mungkin di antara mereka lalu berdalih dengan pacaran sehat. Propaganda ini justru tidak sehat. Sebab sehatkah pacaran demikian menurut agama?

Nyatanya, mereka yang pacaran itu berkhalwat (berduaan di tempat sepi), saling berpegangan dan bersentuhan, dan memupuk angan-angan palsu.

Semua itu adalah perantara menuju pada zina yang lebih besar. Jadi tidak ada istilah pacaran sehat. Apalagi pacaran Islami.

Mengutip penulis buku Tere Liye, tidak ada definisi pacaran islami. Mau pakai Assalamualaikum, berduaan ke masjid pengajian, nonton konser Maher Zein, mojok baca buku-buku agama, atau bareng-bareng mengucap doa perjalanan saat boncengan naik motor.

Disebutkan, kalau ada yang punya istilah pacaran islami, maka besok lusa acara gosip di telivisi bisa mengaku ‘gosip islami’, hostnya pakai kerudung, mengucap salam dan host acaranya fasih dengan kalimat zikir didalamnya saat menggelar gosip.

Subhanallah, Kutipan ini sangat ringan dan jelas sejelas matahari tanpa awan.

Jika masih ada yang mengaku pacaran mereka sehat dan islami, saat itu mereka sedang membohongi diri sendiri.

Bagaimana mungkin ada pacaran islami, sedangkan tak ada satu nashpun baik dalam Al qur’an, hadits, maupun perkataan ulama yang mengisyaratkan pada pelegalan aktivitas pacaran.

Allah Ta’ala berfirman

وَلاَ تَقْرَبُواْ الزِّنَى إِنَّهُ كَانَ فَاحِشَةً وَسَاء سَبِيلاً

“Dan janganlah kamu mendekati zina; (zina) itu sungguh suatu perbuatan yang keji dan suatu jalan yang buruk.” (QS: Al-Isra’: 32).

Disimpulkan, aktivitas pacaran memancing kepada perbuatan zina yang Allah benci. Padahal Allah sejak dini melarang manusia mendekati apa saja yang berhungungan ada zina.

Saat ini, siapapun yang masih terlena oleh aktivitas pacaran, segera tinggalkan dan katakan pada pasangan anda “halalkan atau tinggalkan”.

Jangan biarkan diri terlarut lama-lama dalam kubangan dosa yang dibisikkan oleh setan. Semoga Allah selalu membimbing dan memberikan obor penerang untuk melalui jalan yang haq.
@IndonesiaTanpaPacaran

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel