RATUPERIH

RATUPERIH
#RATUPERIH Adalah komunitas sosial media publik berlandaskan seduluran selawase mengutamakan kepentingan keluarga "POKOK,E HORE RAME RAME" Endel di komentar facebook inbox dan WA sewajarnya

KISAH UANG KERTAS 2000 VS 100.000 RUPIAH

Suri Tauladan Jiwa yang Merasa Lebih Baik

Ilmu manfaat
Sudah dibaca berkali2, masih terasa sesak di dada..  😥😥
Entah siapa yang menulis ini Bikin kebuka hati ini Uang kertas Rp 2.000 VS Uang Kertas Rp 100.000 dibuat dari kertas yg sama dan diedarkan oleh Bank Indonesia (BI).
Ketika dicetak, mereka_pun bersama, tetapi berpisah di bank dan kemudian beredar di masyarakat
Bagaimanapun, 4 bulan Kemudian mereka bertemu scara tdak Sengaja di dalam dompet Seorang pemuda.

Maka Kedua Uang pun Ngobrol

Uang Rp 100,000 bertanya kepada Rp 2,000 ;
"Kenapa badan kamu begitu lusuh, kotor
dan berbau amis,,?"

Uang Rp 2,000 menjawab;
"Karena begitu aku keluar dari bank, aku dibawa ke tangan orang bawah dari kalangan buruh,
penjaja Kecil, penjual ikan, tukang parkir dan
di tangan Pengemis"

Lalu Uang Rp 2,000 bertanya balik kepada Uang Rp 100,000 ;
"Kenapa kau begitu baru, rapi dan masih bersih?"

Uang Rp 100,000 menjawab ;
"Karena begitu aku keluar dari bank,
terus disambut para perempuan cantik, laki laki berjas dan berdasi dan beredarnya pun
di restoran mahal, di kompleks perkantoran, di Pasar raya, mall bergengsi,salon,dan juga hotel berbintang, Serta keberadaanku
selalu dijaga dan jarang keluar dari dompet."

Lalu Uang Rp 2,000 bertanya lagi ;
"Pernahkah engkau berada di tempat ibadah,,?"
Uang Rp 100,000 menjawab ;
"Belum pernah"

Uang Rp 2,000 pun berkata lagi ;
"Ketahuilah walaupun aku hanya Uang Rp 2,000 tetapi aku selalu berada di seluruh tempat ibadah, dan di tangan Anak Yatim Piatu dan fakir miskin bahkan aku bersyukur kepada Tuhan semesta alam.

Aku tidak dipandang Sebagai Sebuah nilai, tetapi Sebuah Manfaat

Lantas menangislah Uang Rp 100,000
karena merasa besar,
karena merasa hebat,
karena merasa tinggi,
akan tetapi tidak begitu bermanfaat untuk
Kebaikan selama ini...

Abdullah bin al-Mubarak mengatakan bahawa:

“Ilmu itu mempunyai 3 tingkatan:

  1. Barangsiapa yang sampai ke tingkatan pertama, dia akan menjadi seorang yang sombong.
  2. Barangsiapa yang sampai ke tingkatan kedua, dia akan menjadi seorang yang tawadhu.
  3. Barangsiapa yang sampai ke tingkatan ketiga, dia akan merasakan bahawa dia tidak tahu apa-apa.”


Semoga cerita ini dapat memberi pembelajaran dan Inspirasi Positif kepada kita semua..
Semoga kita bisa menjadi pribadi yang lebih baik lagi dan lebih bermnfaat buat sesama  😊🙏😇 Aamiin....

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel