RATUPERIH

RATUPERIH
#RATUPERIH Adalah komunitas sosial media publik berlandaskan seduluran selawase mengutamakan kepentingan keluarga "POKOK,E HORE RAME RAME" Endel di komentar facebook inbox dan WA sewajarnya

JIKA TEMANMU PEDAGANG

Pedagang Online/Offline atau usaha lainya

Jual online ratuperih
☀️Jika Temanmu Pedagang,
Ketahuilah bahwa dengan keuntungan yang dia peroleh itulah kehidupannya di topang. Jangan karena mengaku teman, engkau meminta diskonan, kreditan apalagi gratisan. Teman sejati justrulah memberi dukungan.

☀️Jika Temanmu Pedagang, 
Mudahkanlah berurusan uang dengannya. Baginya, uang bukanlah segalanya, tapi alat pembayaran yang utama. Apa jadinya sebuah usaha jika uangnya macet di mana-mana.

☀️Jika Temanmu Pedagang, 
ketahuilah bahwa dia juga manusia yang punya perasaan. Tak mengapa jika engkau membatalkan pesanan. Asal jangan lempar batu sembunyi tangan, kau yang pesan (apalagi membatalkan BARANG BERHARGA yang harganya juga gak main2)

☀️Jika Temanmu Pedagang, 
Ketahuilah bahwa meski bukan bekerja kantoran, dia bukan pengangguran. Dari pagi hingga malam, ada saja yang dilakukan. Jadi mohon dimaklumkan jika dia juga punya kesibukan yang kadang tak bisa ditinggalkan.

☀️Jika Temanmu Pedagang, 
Ketahuilah bahwa dia sama sepertimu, bekerja bukan mencari belas kasihan. Jika engkau suka, bolehlah engkau beli satu dua. Jika engkau tak suka, jangan engkau paksakan. Menjadi pelanggan atau tidak, baginya engkau tetap disayang.

MSI majesti exmud

Salam Sayang dari temanmu yang pedagang.

Sebenarnya telah terdapat beberapa hadits dalam masalah berdagang yang menyebutkan keutamaanya dan juga menyebutkan bagaimana adab-adabnya sebagaimana disebutkan dalam kitab At Targhib wa At Tarhib, yang disusun oleh Al Mundziri, juga dalam kitab lainnya. Di antara hadits yang memotivasi untuk berdagang adalah sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,

الْبَيِّعَانِ بِالْخِيَارِ مَا لَمْ يَتَفَرَّقَا فَإِنْ صَدَقَا وَبَيَّنَا بُورِكَ لَهُمَا فِى بَيْعِهِمَا وَإِنْ كَذَبَا وَكَتَمَا مُحِقَتْ بَرَكَةُ بَيْعِهِمَا

“Orang yang bertransaksi jual beli masing-masing memilki hak khiyar (membatalkan atau melanjutkan transaksi) selama keduanya belum berpisah. Jika keduanya jujur dan terbuka, maka keduanya akan mendapatkan keberkahan dalam jual beli, tapi jika keduanya berdusta dan tidak terbuka, maka keberkahan jual beli antara keduanya akan hilang”. (Muttafaqun ‘alaih)[2]

Juga pada hadits,

أَطْيَبُ الْكَسْبِ عَمَلُ الرَّجُلِ بِيَدِهِ وَكُلُّ بَيْعٍ مَبْرُورٍ

“Sebaik-baik pekerjaan adalah pekerjaan seorang pria dengan tangannya dan setiap jual beli yang mabrur.” (HR. Ahmad, Al Bazzar, Ath Thobroni dan selainnya, dari Ibnu ‘Umar, Rofi’ bin Khudaij, Abu Burdah bin Niyar dan selainnya). Wallahu a’lam.[3]

Salam Berkah Melimpah.. 💖💖💖

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel